Mudik Lebaran ternyata bukan hanya terjadi di Indonesia. Pada
Tahun Baru di Cina juga.
Bagi sebagian besar masyarakat China, kesempatan mudik pada tahun
baru merupakan saat yang paling ditunggu-tunggu karena hanya bisa dilakukan
setahun sekali. Berkumpul bersama dengan keluarga di rumah adalah tradisi yang panjang dan
turun-teturun.
Karena itu, tidak mengherankan jika setiap orang Cina yang
pindah ke kota-kota besar ingin and mencoba pulang bersamaan saat Tahun Baru
Cina menjadi dekat. Pada proses mudik terjadi gelombang migrasi besar-besaran
dari satu tempat ke tempat lain. Setidaknya sekitar 700 juta orang atau lebih
dari separuh penduduk Cina melakukan mudik dengan berberapa transportasi mulai
dari bis, kereta, pesawat udara hingga sepeda motor.
Dengan jumlah pemudik besar,mudah untuk membayangkan betapa
sulit untuk menangani semua pemudik sekaligus untuk kota-kota besar, seperti
Beijing, Shanghai, Chengdu, Guangzhou dan sebagainya. Beda dengan pemudik di
Indonesia yang mayoritas hanya berasal dari Jakarta.
Menurut Regulator Penerbangan Cina, di sektor penerbangan
telah dilakukan penambahan sebanyak 14 ribu penerbangan dan penjualan tiket
sejak akhir tahu 2012. Sementara, di sektor perkeretaapian telah dilakukan
penambahan operasionalisasi kereta menjadi sekitar 4,100 kereta per hari
mengangkut sekitar 235 juta orang.
Menurut saya, saya merasa sangat beruntung karena sebagian besar keluarga saya tinggal di kota yang sama sehingga keluarga saya tidak perlu menikuti pemudik selama tahun baru Cina.

No comments:
Post a Comment